Alien Bisa Ditemukan lewat Smartphone Android

787 views


iklanagia728x90Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, ilmuwan dan fisikawan Stephen Hawking sempat mengungkap rencananya untuk menjalankan proyek terbarunya, dimana ia berencana mengungkap keberadaan alien di alam semesta.

Tak lama setelah pengumumannya tersebut, Hawking bersama ilmuwan asal Rusia bernama Yuri Milner pada hari ini secara resmi mengumumkan kerjasama untuk proyek pencarian kehidupan alien di luar angkasa.

Awalnya, proyek tersebut akan menggunakan alat teleskop yang dapat mendengarkan sinyal yang terpancar dari kumpulan bintang di langit, namun kali ini Hawking dan Milner juga memilih untuk menggunakan perangkat smartphone Android sebagai alat untuk `berkomunikasi` dengan alien.

Laman Geek, Selasa (28/7/2015) melansir, proyek yang bernama Breakthrough Listen tersebut nyatanya memang akan menggunakan dua teleskop terkuat di dunia untuk dapat melihat apakah ada tanda kehidupan makhluk ekstra terestrial tersebut di luar angkasa.

Kedua teleskop yang akan digunakan yaitu Green Bank Telescope di Amerika Serikat dan Parkes Telescope di Australia, nantinya teleskop ini dapat memindai tanda kehidupan dari sepuluh galaksi di alam semesta dengan jangkauan spektrum radio lima kali lebih besar.cirebon24-300x300

Uniknya, warga sipil dapat ikut berkontribusi dalam proyek ini dengan mencari alien lewat aplikasi bernama BOINC di smartphone Android yang mereka miliki. Tim pencarian alien juga dapat memproses data yang terkumpul di dalam teleskop untuk dapat melakukancross check dengan hasil temuan alien lewat Android.

BOINC dapat bekerja jika nantinya smartphone Android dapat terhubung dengan koneksi WiFi. Selain Android, aplikasi ini juga dapat dijalankan di PC dengan sistem operasi Mac atau Linux.

Aplikasi ini memiliki sistem Berkeley Open Infrastructure for Computer Networking yang rupanya telah lama digunakan sejak lama untuk mengolah data.

Jauh sebelum proyek Breakthrough Listen milik Hawking dan Milner diluncurkan, misi pencarian alien memang telah dilakukan sejak tahun 1980-an oleh lembaga Search for Extraterrestrial Intelligence Insitute (SETI) yang juga memakai sistem serupa.

Sumber : Liputan6.com

Tags: #teknologi